SEJARAH PERKEMBANGAN HADITS PADA ZAMAN NABI, SAHABAT DAN TABI’IN
DOI:
https://doi.org/10.36835/jipi.v24i1.327Keywords:
hadits, transmisi hadits, sahabat, tabi’in, studi literaturAbstract
Abstrak
Artikel ini bertujuan untuk mengkaji sejarah perkembangan hadits pada masa Nabi Muhammad SAW, sahabat, dan tabi’in serta menelaah proses transmisi dan penjagaan keotentikannya pada periode awal Islam. Penelitian ini menggunakan metode studi literatur dengan menelaah sumber-sumber primer dan sekunder berupa kitab klasik ilmu hadits serta artikel jurnal ilmiah yang relevan. Data dianalisis secara deskriptif-analitis dengan pendekatan historis untuk memetakan dinamika periwayatan hadits pada setiap periode. Hasil penelitian menunjukkan bahwa hadits pada masa Nabi dijaga melalui transmisi langsung dan tradisi lisan yang kuat, dilanjutkan pada masa sahabat dengan prinsip kehati-hatian, verifikasi periwayatan, dan pembatasan riwayat, serta mengalami perkembangan signifikan pada masa tabi’in melalui upaya awal dokumentasi dan sistematisasi. Temuan ini menegaskan bahwa keotentikan hadits merupakan hasil dari proses historis yang terencana dan berlandaskan etika keilmuan. Penelitian ini merekomendasikan kajian lanjutan melalui analisis manuskrip hadits primer dan pendekatan komparatif untuk memperkaya perspektif akademik dalam studi hadits.
Downloads
References
Abu Dzar. (2016). Dinamika periwayatan hadis pada masa sahabat. Jurnal Studi Hadis, 2(1), 45–60.
Al-Khatib al-Baghdadi. (2001). Al-Kifayah fi ‘ilm al-riwayah. Beirut: Dar al-Kutub al-‘Ilmiyyah.
Arikunto, S. (2013). Prosedur Penelitian: Suatu Pendekatan Praktik. Jakarta: Rineka Cipta.
Ash-Shiddieqy, T. M. H. (2009). Sejarah dan pengantar ilmu hadits. Jakarta: Bulan Bintang.
Azami, M. M. (1992). The history of the Qur’anic text from revelation to compilation. Journal of Islamic Studies, 3(2), 1–23.
Azami, M. M. (2003). Hadith methodology and literature. Islamic Studies, 42(1), 1–20.
Brown, J. A. C. (2009). How we know early hadith critics did matn criticism and why it’s so hard to find. Islamic Law and Society, 15(2), 143–184. https://doi.org/10.1163/156851908X299277
Frozi. (2016). Perkembangan hadis pada masa sahabat (taqlīl wa tathabbūt fī al-riwāyah). Jurnal Ilmu Hadis, 4(2), 126–147.
Harun, M. (2018). Tradisi periwayatan hadis pada masa tabi’in. Jurnal Ushuluddin, 26(1), 87–102. https://doi.org/10.24014/jush.v26i1.5123
Juynboll, G. H. A. (1998). Early Islamic society as reflected in its use of isnād. Arabica, 45(2), 151–172. https://doi.org/10.1163/1570058982582321
Leleang, I., Ilyas, M., & Tasbih. (2025). Studi historis perkembangan hadis dalam Islam. Jurnal Studi Islam, 10(1), 1–15.
Moleong, L. J. (2017). Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya.
Motzki, H. (2004). The origins of Islamic jurisprudence: Meccan fiqh before the classical schools. Islamic Law and Society, 11(2), 123–145.
Nuruddin, A. (2019). Metodologi kritik hadis dalam perspektif ulama klasik. Al-Bayan: Jurnal Studi Al-Qur’an dan Tafsir, 4(2), 201–214.
Rahman, F. (1982). Islam and modernity: Transformation of an intellectual tradition. Journal of Islamic Studies, 3(1), 45–59.
Schacht, J. (1950). The origins of Muhammadan jurisprudence. The Journal of the Royal Asiatic Society, 82(3), 168–181.
Sugiyono. (2019). Metode Penelitian Kualitatif, Kuantitatif, dan R&D. Bandung: Alfabeta.
Zed, M. (2014). Metode Penelitian Kepustakaan. Jakarta: Yayasan Obor Indonesia.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Labib Bayanullah, Zainal Arif

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



