PENDIDIKAN SOSIAL DAN MORAL DALAM AL-QUR’AN
DOI:
https://doi.org/10.36835/jipi.v24i1.352Keywords:
Pendidikan Islam, Pendidikan sosial, Pendidikan Moral, Nilai Qur’aniAbstract
Artikel ini membahas secara mendalam konsep pendidikan sosial dan moral dalam Al-Qur‘an sebagai dasar pembentukan manusia berkarakter dan berperadaban. Fokus kajian diarahkan pada nilai-nilai universal yang terkandung dalam ayat-ayat Al-Qur‘an terkait keadilan, amanah, tolong- menolong, toleransi, serta pengendalian diri, yang menjadi prinsip utama dalam membangun kehidupan sosial yang harmonis dan bermoral. Kajian ini menggunakan pendekatan kualitatif dengan analisis tematik terhadap ayat-ayat Al-Qur‘an serta merujuk pada penafsiran ulama klasik dan kontemporer seperti Al-Ghazālī, Ibn Kathīr, Quraish Shihab, dan Hamka. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pendidikan sosial dan moral dalam Al-Qur‘an bukan hanya sekadar sistem etika, tetapi juga kerangka spiritual yang memadukan dimensi teologis dan humanistik. Al-Qur‘an menempatkan pendidikan sebagai sarana penyucian jiwa (tazkiyah al- nafs) dan pembentukan akhlak, di mana setiap individu didorong untuk bertanggung jawab secara moral terhadap dirinya, masyarakat, dan lingkungannya. Nilai-nilai Qur‘ani seperti keadilan (al-„adl), kebaikan (al-ihsān), dan tanggung jawab sosial menjadi fondasi pembentukan karakter manusia yang utuh. Dalam konteks pendidikan modern, prinsip- prinsip tersebut tetap relevan untuk menghadapi krisis moral dan sosial global. Oleh karena itu, pendidikan yang berlandaskan Al-Qur‘an diharapkan mampu melahirkan generasi berilmu, beriman, berakhlak, serta memiliki kesadaran sosial tinggi demi terciptanya masyarakat yang adil, beradab, dan sejahtera
Downloads
References
Al-Attas, S. M. N. (1999). The Concept of Education in Islam: A Framework for an Islamic Philosophy of Education. International Institute of Islamic Thought and Civilization (ISTAC).
Al-Faruqi, I. R. (1982). Islamization of Knowledge. International Institute of Islamic Thought (IIIT).
Al-Ghazālī. (2005). Iḥyā‟ „Ulūm al-Dīn. Dār al-Kutub al-‗Ilmiyyah. Al-Marāghī, A. M. (1946). Tafsir al-Marāghī. Dār al-Fikr. Al-Qurṭubī. (2006). Al-Jāmi„ li Aḥkām al- ur‟an. Dār al-Kutub al-‗Ilmiyyah.
Azra, A. (1999). Pendidikan Islam: Tradisi dan Modernisasi Menuju Milenium Baru. Logos Wacana Ilmu.
Departemen Agama Republik Indonesia. (2019). Al-Qur‟an dan Terjemahannya. Lajnah Pentashihan Mushaf Al-Qur‘an.
Hamka. (1983). Tafsir al-Azhar. Pustaka Panjimas.
Hanbal, A. bin. (t.t.). Musnad Ahmad. Dār al-Kutub al-‗Ilmiyyah. Kathīr, I. 1992). Tafsir al-Qur‟an al-„Aẓīm. Dār al-Fikr.
Lickona, T. (1991). Educating for Character: How Our Schools Can Teach Respect and Responsibility. Bantam Books.
Madjid, N. (2000). Islam, Doktrin, dan Peradaban: Sebuah Telaah Kritis tentang Masalah Keimanan, Kemanusiaan, dan Kemodernan. Paramadina.
Muhaimin. (2003). Paradigma Pendidikan Islam: Upaya Mengefektifkan Pendidikan Agama Islam di Sekolah. Remaja Rosdakarya.
Nasr, S. H. (1989). Knowledge and the Sacred. State University of New York Press. Rahardjo, M. D. (2002). Ensiklopedi Al-Qur‟an: Tafsir Sosial Berdasarkan Konsep- Konsep Kunci. Paramadina.
Rahman, F. (1980). Major Themes of the Qur‟an. University of Chicago Press.
Shihab, M. Q. (1996). Wawasan Al-Qur‟an: Tafsir Maudhu„i atas Pelbagai Persoalan Umat. Mizan.
Shihab, M. Q. (2002). Tafsir al-Mishbah: Pesan, Kesan, dan Keserasian Al-Qur‟an. Lentera Hati.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2026 Ririn Fradina Utari, Kadar M.Yusuf

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



