STUDI HUKUM ISLAM: PENDEKATAN SOSIOLOGI DAN ANTROPOLOGI

Authors

  • Labib Bayanullah Universitas Muhammadiyah, Jakarta
  • Hilali Basya Universitas Muhammadiyah Jakarta

DOI:

https://doi.org/10.36835/jipi.v24i2.463

Keywords:

Pendekatan Sosiologi, Pendekatan Antropologi, Hukum yang Hidup, Pembaruan Hukum

Abstract

Studi hukum Islam selama ini kerap didominasi oleh pendekatan normatif-doktrinal yang cenderung kaku dan kurang akomodatif terhadap realitas sosial yang dinamis. Pokok permasalahan utama penelitian ini berfokus pada bagaimana hukum Islam kerap mengalami kesenjangan antara teks normatif dan praktik empiris di masyarakat yang plural. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis urgensi penerapan pendekatan sosiologi dan antropologi sebagai instrumen komprehensif dalam memahami hukum Islam sebagai fenomena sosial dan budaya. Metode yang digunakan adalah kualitatif dengan pendekatan multidisipliner yang memadukan analisis normatif, sosiologis, dan antropologis guna menelaah dinamika hukum di tengah masyarakat. Hasil pembahasan menunjukkan bahwa integrasi kedua pendekatan tersebut mampu menjelaskan keragaman praktik keagamaan lokal seperti tradisi musyawarah waris, perkawinan adat, hingga adaptasi ekonomi digital, yang merefleksikan eksistensi hukum yang hidup di masyarakat. Kesimpulan dari kajian ini menegaskan bahwa penggabungan perspektif sosiologis dan antropologis sangat esensial untuk melahirkan pembaruan hukum Islam yang lebih kontekstual, adaptif, serta responsif terhadap tantangan zaman tanpa mengabaikan prinsip dasar syariat

Downloads

Download data is not yet available.

References

Abdullah, Taufik. Adat dan Islam: Tinjauan tentang Konflik di Minangkabau. Jakarta: LP3ES, 1987.

Ali, Achmad. Menguak Teori Hukum dan Teori Peradilan. Jakarta: Kencana, 2009.

Auda, Jasser. Maqasid al-Shariah as Philosophy of Islamic Law: A Systems Approach. London: The International Institute of Islamic Thought, 2008.

Azizy, A. Qodri. Reformasi Bermazhab: Sebuah Ikhtiar Menuju Ijtihad Saintifik-Modern. Jakarta: Teraju, 2003.

Azra, Azyumardi. Islam Nusantara: Jaringan Global dan Lokal. Bandung: Mizan, 2002.

Bisri, Cik Hasan. Peradilan Agama di Indonesia. Jakarta: RajaGrafindo Persada, 2003.

Durkheim, Emile. The Division of Labor in Society. New York: Free Press, 1997.

Ehrlich, Eugen. Fundamental Principles of the Sociology of Law. New Jersey: Transaction Publishers, 2002.

Geertz, Clifford. The Religion of Java. Chicago: The University of Chicago Press, 1976.

Huda, Nurul, Mohamad Heykal, dan rekan-rekan. Keuangan Publik Islam: Pendekatan Teoretis dan Sejarah. Jakarta: Kencana, 2018.

Khallaf, Abdul Wahhab. Ilmu Ushul Fiqh. Kairo: Dar al-Qalam, 1978.

Koentjaraningrat. Pengantar Ilmu Antropologi. Jakarta: Rineka Cipta, 2015.

Koentjaraningrat. Kebudayaan, Mentalitas dan Pembangunan. Jakarta: Gramedia Pustaka Utama, 2004.

Koentjaraningrat. Manusia dan Kebudayaan di Indonesia. Jakarta: Djambatan, 2007.

Lukito, Ratno. Tradisi Hukum Indonesia. Yogyakarta: Teras, 2013.

Malinowski, Bronislaw. Crime and Custom in Savage Society. London: Routledge, 2002.

Moleong, Lexy J. Metodologi Penelitian Kualitatif. Bandung: Remaja Rosdakarya, 2018.

Mudzhar, M. Atho. Pendekatan Studi Islam dalam Teori dan Praktik. Yogyakarta: Pustaka Pelajar, 2013.

Mudzhar, M. Atho. “Pendekatan Sosiologi dalam Studi Hukum Islam.” Al-Jami’ah: Journal of Islamic Studies 38, no. 2 (2000): 245–260.

Rahardjo, Satjipto. Ilmu Hukum. Bandung: Citra Aditya Bakti, 2014.

Soekanto, Soerjono. Pokok-Pokok Sosiologi Hukum. Jakarta: Rajawali Pers, 2014.

Spradley, James P. Participant Observation. New York: Holt, Rinehart and Winston, 1980.

Syarifuddin, Amir. Ushul Fiqh. Jilid I. Jakarta: Kencana, 2014.

Weber, Max. Economy and Society: An Outline of Interpretive Sociology. Berkeley: University of California Press, 1978.

Woodward, Mark R. Islam Jawa: Kesalehan Normatif versus Kebatinan. Yogyakarta: LKiS, 2006.

Downloads

Published

01-06-2026

How to Cite

Bayanullah, L., & Basya, H. (2026). STUDI HUKUM ISLAM: PENDEKATAN SOSIOLOGI DAN ANTROPOLOGI. Jurnal Ilmu Pendidikan Islam, 24(2), 520–535. https://doi.org/10.36835/jipi.v24i2.463