METODE KRITIK HADIS: SANAD DAN MATAN HADIS (MENURUT ULAMA KLASIK, MODERN DAN ORIENTALIS)
DOI:
https://doi.org/10.36835/jipi.v23i4.237Keywords:
Kritik Hadis, Sanad, Matan, Ulama Klasik, OrientalisAbstract
Hadis merupakan sumber ajaran Islam kedua setelah al-Qur’an yang perannya sangat penting dalam pembentukan hukum, akhlak, dan kehidupan keagamaan umat Islam. Berbeda dengan al-Qur’an yang terjaga mutawatir, hadis melalui proses transmisi lisan yang kompleks sehingga rawan terjadi pemalsuan atau kesalahan periwayatan. Untuk menjaga keotentikan hadis, para ulama mengembangkan metode kritik yang mencakup dua aspek utama: sanad dan matan. Artikel ini bertujuan mengkaji metode kritik hadis menurut ulama klasik, modern, dan orientalis, serta menganalisis persamaan dan perbedaannya. Penelitian ini menggunakan metode kualitatif-deskriptif dengan pendekatan studi literatur (library research). Data diperoleh dari berbagai literature seperti buku, artikel ilmiah, dan penelitian terdahulu, kemudian dianalisis dengan teknik deskriptif-analitis. Hasil kajian menunjukkan bahwa ulama klasik menekankan verifikasi sanad dan matan melalui perangkat jarh wa ta‘dil serta penyusunan kitab rijal. Ulama modern melanjutkan tradisi tersebut dengan tambahan analisis kontekstual, rasional, dan maqāṣid al-sharī‘ah agar hadis relevan dengan tantangan zaman. Sementara itu, orientalis mengembangkan kritik historis dan filologis dengan fokus pada matan, bahkan sebagian meragukan otoritas sanad. Kajian ini menegaskan bahwa meskipun terdapat perbedaan pendekatan, ketiganya memberi kontribusi signifikan terhadap perkembangan metodologi kritik hadis, baik dalam ranah keilmuan internal Islam maupun dalam perspektif akademik global.
Downloads
References
Ahmad, & Khalil, I. 1986. “Siasat Misi Kristen dan Orientalis”, Terj. Zeyd Aly Amar. Jakarta: Gema Insani Press.
Akbari, M. F. 2025. “Metode Kritik Matan hadis Perspektif Ulama Hadis”. Al-Falah: Jurnal Ilmiah Keislaman dan Kemasyarakatan. 25(2).
Al-Jawabi, M. T. “Juhud Al Muhaddisin Fi Naqd Matn Al-Hadis An-Nabawi Asy-Syarif”. Tunisia: Mu’assasat Ibnu ‘Abd Allah, t.t.
Amdah, N. S. 2022. “Mustafa Azami's Contribution In Rebutting Orientalist Views About The Writing Of Hadith”. Jurnal: Nabawi. 2(2).
Anwar, L. 2020. “Hadis Dan Sunnah Nabi Dalam Perspektif Joseph Schacht”. Al-Bayan: Jurnal Ilmu Al Qur’an dan Hadist. 3(2).
Badi’ah, S. 2015. “Kritik Hadis di Kalangan Ilmuan Hadits Era Klasik dan Ilmuan Hadits Era Modern”. Jurnal: Al-Dzikra. 9(1).
Bargot, B. 2024.“Pemikiran Juynboll Dalam Kajian Hadis”. Al-Thiqah : Journal of Hadist and Prophetic Tradition. 4(2).
Haitomi, F. 2020. “Aplikasi Teori Isnad Cum Matn Harald Motzki Dalam Hadis Misoginis Penciptaan Perempuan”. Al Bukhari: Jurnal Ilmu Hadis. 3(2).
Imtyas, R. 2018. “Metode Kritik Sanad dan Matan”. Ushuluna: Jurnal Ilmu Ushuluddin. 4(1).
Muhsin, M. 2017. “Studi Kritik Matan Hadis”. Serang: Penerbit A-Empat.
Nasrudin, M. 2024. “Ulumum Hadis”. Jawa Tengah: PT Nasya Expanding Management.
Nur, R., et al. 2025. “Metode Kritik Sanad dan Matan Hadis”. Ma’had: Journal Of Islamic Studies. 4(2).
Purnama, O. A. Z., et al. 2025. “Hadis dan Ushul Fiqh: Studi Tentang Peran Hadis dalam Menentukan Hukum Islam”. Hikmah: Jurnal Studi Pendidikan Agama Islam. 2(2).
Siregar, K. N., et al. 2025. “Keistimewaan Shahih Bukhari: Analisis Metodologi Imam Bukhari Dalam Mengumpulkan Hadis” Tashdiq: Jurnal Kajian Agama dan Dakwah. 10(2).
Ulum, M., et al. 2021. “Epistemologi: Ilmu Hadits dan Ilmu Hukum Islam”. Jawa Barat: Edu Publisher.
Wahyuddin, I., & Syauqani, S. 2025. “Orientalisme Dalam Kajian Hadis: Telaah Historis, Ruang Lingkup, Dan Pemikiran Kaum Orientalis Terhadap Tradisi Hadis Nabi”. DIRAYAH: Jurnal Ilmu Hadis. 5(2).
Wasman. 2021. “Metodologi Kritik Hadis”. Cirebon: CV ELSI PRO.
Downloads
Published
How to Cite
Issue
Section
License
Copyright (c) 2025 Arifah Elwahdiyah, Alfiah, Yuliharti

This work is licensed under a Creative Commons Attribution 4.0 International License.



