EFISIENSI DAN PEMANFAATAN WAKTU PERSPEKTIF AL-QUR’AN : ANALISIS TAFSIR SURAH AL-ASHR

Authors

  • Abel Razali Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, Pascasarjana IIQ Jakarta, Indonesia
  • Arif Arif Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, Pascasarjana IIQ Jakarta, Indonesia
  • Ade Naelul Huda Prodi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir, Fakultas Ushuluddin, Pascasarjana IIQ Jakarta, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.36835/jipi.v23i4.290

Keywords:

Surah Al-‘Ashr,, Modal Kehidupan, Tafsir Maudhu'i, Kerugian (Khusr)

Abstract

Waktu (al-'ashr) dalam perspektif Al-Qur’an bukan sekadar dimensi kronologis yang berjalan linier, melainkan sebuah "modal" (ra’s al-mal) ontologis yang diberikan Tuhan kepada manusia. Penelitian ini bertujuan untuk merekonstruksi makna teologis Surah Al-‘Ashr melalui pendekatan Tafsir Maudhu'i (tematik), dengan fokus khusus pada konsep waktu sebagai komoditas yang menyusut dan analisis hubungan dialektis antara iman dan amal saleh. Focus  utama tulisan ini berargumen bahwa kerugian (khusr) adalah kondisi default manusia, dan satu-satunya mekanisme "laba" atau keselamatan adalah melalui kohesivitas keterpaduan yang tak terpisahkan antara keyakinan internal (iman) dan manifestasi eksternal (amal saleh). Melalui analisis semantik dan komparasi tafsir klasik hingga kontemporer (Al-Razi, Ibnu Katsir, Sayyid Qutb, dan Quraish Shihab), studi ini menyimpulkan bahwa iman tanpa amal adalah klaim kosong, dan amal tanpa iman adalah kerugian transendental. Kohesivitas keduanya adalah satu-satunya strategi manajemen "modal waktu" untuk mencegah kebangkrutan eskatologis.

Downloads

Download data is not yet available.

References

Al-Asfahani, Al-Raghib. Al-Mufradat fi Gharib al-Qur’an. Damaskus: Dar al-Qalam, 2009.

Al-Farmawi, Abd al-Hayy. Al-Bidayah fi al-Tafsir al-Maudhu’i. Kairo: Maktabah al-Jumhuriyah, 1977.

Al-Qurtubi, Abu Abdullah. Al-Jami’ li Ahkam al-Qur’an. Jilid 20. Kairo: Dar al-Kutub al-Mishriyah, 1964.

Al-Razi, Fakhruddin. Mafatih al-Ghaib (Tafsir al-Kabir). Jilid 32. Beirut: Dar Ihya’ Turats al-Arabi, 1981.

Al-Syaukani, Muhammad bin Ali. Fath al-Qadir. Jilid 5. Beirut: Dar al-Fikr, t.th.

At-Tirmidzi, Imam. Sunan At-Tirmidzi.

Bauman, Zygmunt. Liquid Modernity. Cambridge: Polity Press, 2000.

Hamka. Tafsir Al-Azhar. Jilid 30. Jakarta: Pustaka Panjimas, 1982.

Heidegger, Martin. Being and Time. Diterjemahkan oleh John Macquarrie. New York: Harper & Row, 1962.

Ibnu Katsir, Imaduddin. Tafsir al-Qur’an al-Azhim. Jilid 4. Beirut: Dar al-Ma’rifah, 1998.

Nasr, Seyyed Hossein. Islam and the Plight of Modern Man. London: Longman, 1975.

Qutb, Sayyid. Fi Zilalil Qur’an. Jilid 6. Kairo: Dar al-Syuruq, 2003.

Shihab, M. Quraish. Tafsir Al-Misbah: Pesan, Kesan dan Keserasian Al-Qur’an. Vol. 15. Jakarta: Lentera Hati, 2002.

Shihab, M. Quraish. Wawasan Al-Qur’an: Tafsir Maudhu'i atas Pelbagai Persoalan Umat. Bandung: Mizan, 1996.

Weber, Max. The Protestant Ethic and the Spirit of Capitalism. Diterjemahkan oleh Talcott Parsons. New York: Scribner, 1958.

Downloads

Published

01-12-2025

How to Cite

Razali, A., Arif, A., & Naelul Huda, A. (2025). EFISIENSI DAN PEMANFAATAN WAKTU PERSPEKTIF AL-QUR’AN : ANALISIS TAFSIR SURAH AL-ASHR. Jurnal Ilmu Pendidikan Islam, 23(4), 316–324. https://doi.org/10.36835/jipi.v23i4.290